Recents in Beach


Puisi-puisi Ence Sumirat

 

Puisi-puisi Ence Sumirat

Laut Kidul


lengkung langit yang ditarik ombak
Ujungnya sedikit menyentuh biru air
Hingga pantai memuntahkan pasir
Pada riak dan gelombang

2021


Selimut Bantal


Jika dekap kehangatan
Asik rembulan mimpi tak jadi
Menjelmalah hantu hidup
Dengan kenyerian sejuta rindu
Hingga membangunkan kesadaran
Dari tidur panjang ketertinggalan

2021


Menjumpaimu


Tak ada pintu
Sepertinya piatu
Entah pembuangan
Di rimba kerinduan
Atau kutukan
Di pengasingan perbuatan
Menjumpaimu
Tak jemu
Kehilangan dekapan
Di datang senyuman

2021


Aksioma


Bagaimana aku membuka pintu hatimu
Sebab dusta telah melupakan kunci yang telah kau titipkan padaku

2021


Kasidah Kesedihan


Ada gerhana di matamu
Saat langit dibaca rindu
Lalu cinta membungkusnya
Dalam sebongkah doa
Dari kesabaran para petapa

Kekasih
Di antara basah perempatan
Adakah cara lain
Untuk mendapatkan kehangatan
Semisal peluk senyuman
Di dekap kehilangan

2021



Doa


Tiga keping mata uang logam
Yang ditendang kaki dunia ke angkasa
Gemerincingnya membangunkan orang tidur terjaga

Lalu mereka menengadah ke udara

Ditatapnya bulan
Dilihatnya bintang

Amin... Mudah-mudahan ada di rasa
Amin... Mudah-mudahan ada di jiwa

2021


Wiji Thukul


Tanah lapang yang dicari
Kini telah kau tempati
Dan kau sekarang tenang di sana
Tak terusik siapapun
Seperti menulis puisi di pagi hari

Tak seperti disini
Hanya dengan dalih demokrasi
Banyak orang di bui
Bahkan dihabisi

Wiji
Sebutir benih yang kau tebar
Ke tembok kekuasaan
Kini telah menjadi bunga di taman ingatan
Yang harumnya semerbak kemana-mana
Dan tiap orangpun berkata
“Pernah ada seorang ksatria melawan penguada durjana”

2021


Mentok


Sebatang rindu piatu
Menyusup amis licin doa
Dari bau angit dosa
Berharap sebongkah nama
Di kedalaman terjal gua
Memuntahkan lendir kata
Pada puncak keagungan cinta

2021


Doa terseksi


Terlihat jelas aurat cinta
Disingkap tangan nakal duka
Dari cantiknya air mata

2021


Doa telanjang


Tuhan berilah selembar busanamu
Sebab lidah telanjangku sangat butuh baju

2021


Biodata:












Ence Sumirat lahir tahun 1971 di Cianjur. Menulis puisi secara otodidak. Karyanya dimuat di media cetak lokal dan nasional disamping media online. Antologi puisi bersamanya, “Sampah (2020), Gembok 2021, Tadarus Puisi V 2021, dll”. Antologi tunggalnya, “Mak Erot, Bersatu Kita jatuh bercerai kita kawin lagi” dalam proses terbit. No wa 085295317117, email emirgigih71@gmail.com
Kini menetap di perum kota baru blok c3 no 32 kec. Cilaku-cianjur, jabar 43285.

 


Posting Komentar

0 Komentar