Recents in Beach


Monolog, Sang Motivator


Oleh Nizar Machyuzaar

I

LATAR HITAM. KOSTUM TOKOH HITAM. KONTRAS DENGAN PROTOTIFE WAJAH PUTIH BER MAKE UP SERUPA BADUT. BACK SOUND DETAK JARUM JAM. DI TENGAH PANGGUNG GEDOBOG PISANG DAN GUNUNGAN WAYANG TERTANCAP. 

Orang-orang berlari. Orang-orang berlari. Orang-orang berlari, berlari, berlari, berlari, berlari, berlari, berlari (DIAKHIRI TAWA)

Orang-orang berlari. Orang-orang berlari. Orang-orang berlari, berlari, berlari, berlari, berlari …. (Prototife wajah putih muncul dari balik gunungan) berlari, berlari (DIAKHIRI TANGIS).

(HENING, 15 DETIK SUARA DETAK JAM TERDENGAR)

(GUNUNGAN BERGERAK MFNGEKPLORASI PANGGUNG. BERKELEBATAN DENGAN WAJAH PUTIH. SUSUL MENYUSUL. PADA SATU SESI BERHENTI DI SUDUT KANAN. YANG TERLIHAT HANYA GUNUNGAN DAN WAJAH TOKOH)

PERLAHAN DI KANAN PANGGUNG MUNCUL VIDEO PEMBACAAN SUMPAH PEMUDA. DIBACAKAN DENGAN LANTANG DAN BERIRAMA SEMANGAT. 

Orang-orang berlari. Orang-orang berlari. Orang-orang berlari, berlari, berlari, berlari, berlari, berlari (seperti sedang berzikir). 

Orang-orang berlari. Orang-orang berlari. Orang-orang berlari, berlari, berlari, berlari, berlari, berlari…… menemu batas. (PANGGUNG GELAP)


II

LATAR HITAM. KOSTUM TOKOH HITAM. KONTRAS DENGAN PROTOTIFE WAJAH PUTIH BER MAKE UP SERUPA BADUT. BACK SOUND NOTASI LAGU KULIHAT IBU PERTIWI. DI TENGAH PANGGUNG ADA SEBUAH KURSI DAN KOPOR. KISARAN 2 MENIT VOLUME BACK SOUND MENURUN SEIRING DENGAN MUNCUL SLIDE DI TENGAH PANGGUNG. VIDEO PEMBACAAN PROKLAMASI BUNG KARNO TERDENGAN DENGAN VOLUME SUARA RENDAH KE TINGGI. 

DARI BELAKANG PENONTON MUNCUL TOKOH BERPENAMPILAN SEPERTI SEORANG MOTIVATOR (MARIO TEGUH) 

Selamat malam Bung-Nona, Tuan-Puan, dan Brother-Sister. Bagaimana kabar Anda semua? Sahabat super, di tempat yang juga super ini (sambil berjalan ke panggung) kita bertemu kembali dalam talk show MENYELESAIKAN MASALAH TANPA MASALAH. Talk show berbagi motivasi yang hidup, sahabat super. Ok, bersama saya, ACONG TEGUH, kita akan membahas (sambil memegang) KURSI. (TAKADA DISIPLIN PANGGUNG SEPERTI STANILAVSKIAN. PENONTON, IMPROVISASI DAN CAIR DALAM TALK SHOW) 

Sahabat super. Apa itu kursi? Silakan siapa yang mau mendefinisikan? (DIALOG DENGAN PENONTON. CAIR SUASANANYA). 

Baiklah Sabahat Super. Kursi memang suatu benda, ia beralas, bersandar, berkaki, biasanya terbuat dari kayu atau besi. (DUDUK DI KURSI) 

Sahabat super. Betapa enaknya duduk di atas sebuah kursi. Apakah Anda pernah merasakan sebuah kenikmatan saat duduk di kursi? ? (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Baiklah Sahabat Super, setiap kita memiliki pengalaman yang berbeda. (SANG MOTIVATOR MEMBUAT KESIMPULAN ATAS TANGGAPAN PENONTON). Jadi, kursi menurut … adalah .. . Kursi kata bapak ini merupakan …. Dst. 

Sahabat Super yang sangat saya banggakan, pernahkan Anda memiliki pengalaman yang unik, yang justru bukan kenikmatan dengan kursi? (SAMBIL MENGAMBIL POINTER, IA MEMINDAHKAN SLIDE DI LATAR KE GAMBAR BERIKUTNYA) Nah, barangkali di antara Anda ada yang pernah memperebutkan sebuah kursi dan gagal mendapatkannya. (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1) 

Mungkin Anda ingin masuk ke sekolah favorite dan gagal? (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1)

Mungkin Anda pernah seleksi CPNS? Berapa kursi yang tersedia, berapa yang ribu yang melamar? (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1)

Mungkin juga Anda melamar pekerjaaan. Betapa pekerjaan itu sulit-sulit mudah kita dapatkan. (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1)

Atau, Anda pernah mengikuti kontestasi menjadi anggota DPR? (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1)

Bahkan, Anda pernah menjadi calon walikota, bupati, bahkan presiden?

Wow, yang ini mungkin juga pernah Anda alami. Menjadi pendakwah bisa lewat kompetisi di televisi. Pernahkan Anda mengikutinya? (KLIK! SLAID BERMUNCULAN 1 PER 1)

Sabahat Super yang teramat saya banggakan dan saya cintai. Biarlah saya, ACONG TEGUH, yang menampung kegelisahan pikiran dan perasaan Anda. (SAMBIL DUDUK  DI KURSI) Sabahat super, Bung-Nona, Tuan-Puan, dan Brother-Sister luapkan perasaan Anda saat ini juga. (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR). 

Peluklah saya, genggam saya jika Anda punya pengalaman dengan figure ini, (sambil membalikkan gambar bertuliskan AYAH). Caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya jika kalian memang butuh melampiaskan pikiran dan perasaan ini. 

Mengapa tidak ada yang mau ke depan? (DIALOG DENGAN PENONTON. CAIR SUASANANYA).

Jika Anda tidak mau ke depan, di sana ada sekarung telor… lemparkan telor itu kalau memang kalian ini melempari saya dengan telor busuk!

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN GURU) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN POLISI) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN TNI) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN ANGGOTA DPR) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN ARTIS) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN WALIKOTA) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

Berikutnya, sahabat super, Peluklah saya, genggam saya, caci maki saya, tampar saya, bahkan pukul sekeras-kerasnya (SAMBIL MEMBUKA KOPOR, MENGAMBIL GAMBAR BERTULIKSAN PRESIDEN) (DIALOG DENGAN PENONTON. IMPROVISASI, CAIR SUASANANYA).

LAMPU PANGGUNG MATI. DIOALOG MENGGANTUNG. TIDAK ADA ENDING.

III

HADIRIN DIMOHON BERDIRI UNTUK MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA. 

(LAMPU FOLLOW PERLAHAN JELAS. SEORANG PEMBINA UPACARA BERDIRI TEGAP. DI LAYAR ADA TEKS LAGU INDONESIA RAYA DAN MUSIKNYA MULAI TERDENGAR.)

HADIRIN KAMI PERSILAKAN UNTUK DUDUK KEMBALI. AMANAT INSPEKTUR UPACARA PENGIBARAN BENDERA SETENGAH TIANG.

Saudara sebangsa dan setanah air,

Selamat malam, assalamualaikum, omswastu, salam sejahtera, nama budaya,

Puji syukur kita panjatkan……. (LAMPU MATI, SELESAI)


Posting Komentar

0 Komentar